Tentang Kami - PT. Rejeki Indo Agrotec

PT. Rejeki Indo Agrotec melakukan Pelatihan di Perkebunan

PT. Rejeki Indo Agrotec melakukan Pelatihan di Perkebunan

Pada tanggal 1 Agustus 2019, PT. Rejeki Indo Agrotec (PT RIA) telah melakukan pelatihan penggunaan herbisida secara aman, efektif dan efisien di perkebunan di Sumatera Utara. Pelatihan dimulai terlebih dahulu dengan presentasi dari PT RIA mengenai produk herbisida, cara penggunaan serta mekanisme kerjanya. Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan praktek secara langsung di lapangan untuk meningkatkan pemahaman peserta.

“Penggunaan herbisida yang tepat perlu ditekankan karena penggunaan secara berlebihan dapat menyebab kerugian. Penggunaan herbisida yang berlebihan beresiko tinggi menyebabkan keracunan kepada penggunanya serta resistensi pada gulma. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pengguna untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label atau melakukan penyelidikan untuk menentukan dosis yang paling optimal”, ujar pembicara. Selain mendengarkan presentasi, peserta juga diberikan kesempatan untuk melemparkan pertanyaan untuk meluruskan hal yang kurang jelas bagi mereka atau untuk melakukan diskusi terkait penggunaan lebih lanjut.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, PT RIA juga memberikan perbekalan berupa praktek penggunaan herbisida secara langsung di lapangan. Dimulai dari dosis yang digunakan, cara mencampur herbisida hingga penyemprotan langsung. Beberapa peserta yang beruntung memperoleh kesempatan untuk melaksanakan praktek langsung ini. Acara kepelatihan ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan diadakannya pelatihan ini, PT RIA berharap kemampuan serta pemahaman peserta dapat meningkat agar hasil pertanian lebih berkualitas dan bermutu.

PT Rejeki Indo Agrotec Melakukan Percobaan pada berbagai Lahan Perkebunan

PT Rejeki Indo Agrotec Melakukan Percobaan pada berbagai Lahan Perkebunan

Pada Juli 2020, PT Rejeki Indo Agrotec (PT RIA) telah melakukan ujicoba pengendalian gulma menggunakan formulasi SAMURAI 486 SL (bahan aktif isopropilamina glifosat) dan METHYL PRO 20 WP (bahan aktif metil metsulfuron) di dua perkebunan di Sumatera Utara. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan herbisida SAMURAI 486 SL + METHYL PRO 20 WP dalam mengendalikan gulma berdaun lebar dan berdaun sempit.

Sebagai informasi, SAMURAI 486 SL adalah herbisida sistemik purna tumbuh berwarna kekuningan berbentuk larutan dalam air yang berfungsi untuk mengendalikan gulma pada tanaman kelapa sawit. Keunggulan produk berupa absorpsi sistemik sehingga dapat mengendalikan gulma dengan tuntas sampai ke akar. Selain itu, produk ini juga tidak berbahaya karena terikat oleh partikel tanah, sehingga menjadi tidak aktif saat jatuh ke tanah. Jenis-jenis gulma yang dapat diatasi adalah gulma berdaun lebar seperti Mikania micrantha, Synderella nodiflora, Borreria alata, dll, serta gulma berdaun sempit seperti Ottochloa nodosa, Axonopus compressus, Digitaria ciliaris, dll. Sedangkan METHYL PRO 20 WP merupakan herbisida sistemik pratumbuh dan purna tumbuh yang berwarna putih berbentuk tepung yang dapat disuspensikan dalam air untuk pengendalian pada tanaman kelapa sawit dan lahan tanpa tanaman.

Pada percobaan ini, SAMURAI 486 SL digunakan sebanyak 0,3% ditambah dengan METHYL PRO 20 WP sebesar 0,017% pada gulma berdaun lebar dan sempit. Setelah persiapan alat dan bahan, dilakukan penyemprotan dan diamati mulai hari ke 0, 14, 33, 71, dan 91 HAS (hari setelah aplikasi). Dari hasil pengamatan analisis vegetasi gulma sebelum dilakukan penyemprotan herbisida, terdapat empat jenis gulma yang dominan, yaitu Asystasia gangetica, Axonopus compressus, Echinochloa crus-galli dan Cyperus rotundus. Pada pengamatan hari ke 14, terjadi kematian gulma mencapai 85%. Pada hari ke 33, gulma mengalami kematian sampai dengan 98%, dimana gulma sudah dalam kondisi gosong dan kering sempurna. Pada hari ke 77, gulma mulai mengalami pertumbuhan (regrowth) namun hanya sekitar 10%. Pada hari ke 91, regrowth juga baru mencapai 15%, berbanding dengan produk pembanding yang sudah mencapai 25% pertumbuhan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi SAMURAI 486 SL konsentrasi 0,3% ditambah METHYL PRO 20 WP konsentrasi 0,017% mampu dengan sangat efektif mengendalikan gulma pada piringan sawit.